dan ketika kejujuran pun menjadi korban untuk sebuah "eksistensi"
apa yang didapat??
tak ada...
hanya sepintas pandangan sinis yg menyiratkan kekecewaan
hanya cibiran miring yg yang melunturkan kepercayaan
aahh persetan dengan alasan itu !
adakah yang masih bisa dipercaya??
adakah yang mampu memperbaiki perca yg terkoyak?
jelas telihat jalan didepan...
jelas dilantunkan syarat untuk memperbaiki..
sekali diulang dua kali
haruskah ada pengulangan untuk ketiga kali??
heeeyy....!!
siapa penyebab asap pencorengan ini?!?
siapa penyulut api ketidak jujuran ini??
"eksistensi"kah??
kejujurankah??
_ambilah kaca dan berceminlah_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar